Agen Bola Paulo Roberto Falcao

Paulo Roberto Falcao

Paulo Roberto Falcao

Agen Bola – Musim berikutnya performa Roma sebagai klub tidak impresif, berakhir sebagai peringkat tiga. berlawanan dengan Falcao, dia menorehkan enam gol dalam 24 pertandingan, dianggap setara dengan Liam Brady sebagai pemain asing paling impresif di Serie A.

Penampilannya musim itu disertai beberapa aksi individu yang memukau, Falcao pun membuka jalan untuk masuk ke dalam skuad Brazil untuk Piala Dunia 1982. Dia menempati lini tengah bersama Toninho Cerezo, Zico, Eder, dan Socrates. Falcao bermain dengan bagus, namun Brazil dalam ajang itu tidak berhasil meraih trofi. Setelahnya, dia pun kembali ke Roma dan membawa Giallorossi meraih gelar scudetto pertama mereka dalam 40 tahun di musim 1982/83. Serie A mengokohkan Falcao sebagai Player of the Year musim itu, mengalahkan nama-nama besar seperti Michel Platini yang waktu itu menjadi top scorer. Falcao mencetak tujuh gol dalam 27 pertandingan dan berperan menciptakan belasan gol lainnya. Performanya juga membantu Roma mencapai babak perdelapan final UEFA Cup. Pencapaian-pencapaian itu membuatnya disemati julukan “The Eighth King of Rome” – Raja Kedelapan Roma.

Roma mengakhiri musim berikutnya di peringkat dua, berusaha mempertahankan gelar mereka sampai giornata terakhir, dan sekali lagi Falcao bermain bagus, menyumbangkan lima gol dalam 27 pertandingan. Saat itu dia sudah menjadi talisman bagi Il Lupi, seorang pemain yang menjadi panutan bagi rekan-rekan setimnya. Kegagalan mempertahankan gelar scudetto memang mengecewakan bagi para tifosi Roma, namun keberhasilan mencapai final European Cup di stadion mereka sendiri melawan raksasa Eropa saat itu, Liverpool, bisa menebusnya.

Roma bermain dominan di ajang Eropa musim itu dengan mengalahkan klub-klub terkenal saat itu IFK Gothenburg, CSKA Sofia, dan SC Dynamo Berlin untuk mencapai semifinal kali pertama dalam sejarah klub. Falcao berperan besar dalam petualangan Roma di Eropa sampai leg pertama semifinal, karena cedera yang didapatkannya di pertandingan Serie A sebelumnya. Roma kalah di Skotlandia dari Dundee United 0-2, dan para fans Il Lupi berdo’a mati-matian agar Falcao bisa bermain kembali. Falcao berhasil cukup fit untuk bermain di leg kedua, menjadi bintang dalam kemenangan 3-0 Roma yang membawa mereka ke final European Cup, namun mendapat cedera lagi dalam pertandingan itu.

Meskipun dia masih belum 100% fit di final, dia dimainkan sebagai starter, namun performanya – mengingat standar permainannya yang tinggi – buruk dan tidak efektif. Liverpool pun berhasil merebut trofi melalui adu penalti, dengan “kaki spaghetti” penjaga gawang Bruce Grobbelaar – yang ditiru Jerzy Dudek di final Liga Champions tahun 2005 saat Liverpool melakukan comeback legendaris mereka melawan Milan – berhasil mengganggu konsentrasi Francesco Graziani, membuat tendangannya melenceng jauh di atas mistar gawang, memberi Liverpool gelar European Cup keempat mereka. Dan di akhir pertandingan tersebutlah hubungan Falcao dengan manajemen Roma memburuk, yang akhirnya berujung pada hengkangnya pemain Brazil ini. Penolakan Falcao untuk ikut serta dalam adu penalti membuat petinggi klub emosi. Agen Bola