Berita Bola Online Postingan Twitter Rasis

Postingan Twitter Rasis

Postingan Twitter Rasis

Berita Bola Online – Para mantan pemain tim Rangers yaitu Maurice Edu dan Kyle Bartley telah berbicara di pengadilan bahwa mereka terintimidasi dan terkejut setelah menerima tweet yang berbau rasis. Para pemain yang telah meninggalkan klubnya menerima pesan dari Michael Convery di twitter setelah pertandingan melawan St Johnstone di Perth pada tanggal 14 Januari 2012. Convery yang berasal dari Linthouse daerah Glasgow ditetapkan bersalah karena mengirim pernyataan yang berbau rasis. Para pemain tersebut memberikan kesaksian di pengadilan. Bartley yang berusia 22 tahun berbicara di pengadilan Glasgow bahwa dia menemukan pesan-pesan yang bernada intimidasi dan berfikir bahwa masyarakat mempunyai cara pandang yang berbeda dibandingkan komentar tersebut. Edu yang berusia 27 tahun dan merupakan pemain internasional asal Amerika menggambarkan perasaan terkejutnya saat melihat pesan yang di kirim.

Meskipun tidak banyak pesan-pesan yang di bacakan secara terbuka di depan pengadilan, itu terdengar bahwa Bartley di kirimi komentar secara langsung dari Convery dan disebutkan salah satunya untuk yang kedua kali dan Edu juga dikirmi dua pesan secara langsung. Para pemain membuka twitter saat perjalanan pulang dari pertandingan dan mereka masih berada di dalam bus. Bartley mengatakan “ saya sebenarnya me re-tweed di twitter dan hal tersebut mengijinkan mata publik untuk melihat komentar-komentar dan saya melaporkan hal itu kepada David Martin yang merupakan kepala keamanan di Glasgow Rangers “. Pengadilan mendengar kata “ monkey “ yang digunakan. Bartley mengatakan bahwa itu adalah komentar yang biasa dia gunakan. Prokurator fiskal mewakilkan Jonathan Kemp untuk menanyakan bagaimana dia merasa bisa menerima semua itu, dan saksi mengatakan “ Saya hanya merasa sedikit tersakiti dan benar-benar kecewa. Saya pikir ini tahun 2102, saya pikir masyarakat terbiasa dengan komentar seperti ini bahkan lebih.

Jelas saya tidak mengenal Michael Convery, saya tidak mengerti mengapa dia begitu membenci saya “. Batrley juga ditanya mengenai komentar rasis lainnya yang menyebutkan namanya tapi tidak dikirimkan langsung padanya. Dia mengatakan bahwa dia merasa sangat terhina. Edu mengatakan dia terkejut dan malu ketika dia pertama kali melihat pesan yang dikirimkan untuknya. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa pada hari itu, setelah menerima pesan yang lainnya, dia masih saja terkejut dan berkata “ Saya terus berfikir ketika saya kembali aktif di twitter “. Pengadilan mendengarkan hal itu, saat diintrogasi polisi, Convert mengatakan kepada polisi bahwa dia telah mengalami keracunan makanan dan hanyut dalam ketidaksadaran saat dia tidur dan terkadang dia berjalan saat tidur didalam rumahnya diwaktu kejadian. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa dia menduga anak remajanya yang harus disalahkan, sedangkan dia mengaku tidak melihat komentar apapun yang diposting ke twitter, namun beberapa jam setelah postingan di twitter, pengadilan mendengar bahwa ada pencarian di google yang menyatakan “ Bagaimana untuk menghapus Twitter “. Berita Bola Online