Bola Online Tidak Banyak Jalan Menuju Gawang AS Roma

Tidak Banyak Jalan Menuju Gawang AS Roma

Tidak Banyak Jalan Menuju Gawang AS Roma

Bola Online – Saat ini di Italia, ungkapan yang sesuai adalah tidak banyak jalan menuju gawang AS Roma. Kalimat tersebut terinspirasi dari rekor impresif yang diperlihatkan barisan pertahanan Giallorossi. Hingga saat ini, gawang AS Roma baru kebobolan satu kali, yakni saat mengalahkan tuan rumah Parma dengan skor 3-1 di giornata 3. Hasil tersebut adalah yang terbaik di kasta tertinggi Italia yang mengalahkan Napoli yang sudah kemasukan enam gol di urutan dua. Tidak hanya itu, capolista juga berhasil mereka kuasai atas sembilan kemenangan dalam sembilan pertandingan sejak musim baru dimulai bulan Agustus kemarin. Lawan-lawan yang telah dilalui juga bukan tim yang sembarangan. Di antaranya bahkan dikenal mempunyai daya perusak yang hebat. Sebut saja Lazio, atau Inter Milan serta Napoli. Tapi, semuanya tidak berdaya di hadapan pertahanan AS Roma.

Ketika melawan Inter serta Udinese, AS Roma bahkan bermain hanya dengan 10 orang, namun itu tidak membuat pasukan Rudi Garcia gagal meraup poin maksimal dan sekaligus mengamankan gawang mereka dari kebobolan. Akhirnya muncul pertanyaan tentang bagaimana Garcia membangun benteng pertahanan Roma. Sejak dia mendapat jabatanan sebagai pelatih di Olimpico pada tanggal 12 Juni 2013 sesudah hijrah dari Lille, Rudi Garcia melihat jika Roma membutuhkan sebuah perubahan yang signifikan. Di musim lalu, saat masih dilatih oleh Zdenek Zeman atau Aurelio Andreazzoli, AS Roma sangat rajin dalam mencetak gol. Tapi, gawang mereka juga sering kebobolan karena barisan belakang yang sangat rapuh serta lini tengah yang kehabisan energi yang disebabkan karena para gelandang dipaksa bekerja keras guna membantu barisan penyerang dan sekaligus menjaga pertahanan. Akhirnya Roma pun berakhir di luar zona Eropa.

Garcia mencoba untuk memperbaikinya. Dia merekrut Kevin Strootman, Daniele De Rossi dan Miralem Pjanic yang berhasil memberi Roma tambahan keseimbangan di barisan tengah. Adanya penjaga gawang veteran Morgan De Sanctis adalah suntikan pengalaman serta jaminan keamanan. Tapi, perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh Rudi Garcia yaitu pada empat lini belakang Roma. Hal yang penting adalah perubahan mindset yang telah ditanamkan oleh Garcia pada pemainnya. Rudi Garcia memotivasi dan meyakinkan semua penggawa Roma jika mereka adalah pemain hebat dan bisa memberikan yang terbaik untuk mengembalikan AS Roma ke posisi puncak Italia. Hasilnya pun sangat hebat. Maicon berhasil tampil hebat di posisi bek kanan dan Federico Balzaretti cukup kuat dalam bertahan atau menyerang di sisi kiri, sementara itu Mehdi Benatia serta Leandro Castan jadi duet yang cukup tangguh di jantung pertahanan. Hingga sejauh ini, Roma masih mempunyai rekor 100 persen kemenangan dan masih belum kebobolan gol untuk yang kedua.  Defense bukanlah satu-satunya kekuatan yang dimiliki AS Roma. Pasukan Garcia saat ini telah dilengkapi perisai yang tangguh dan sekaligus senjata mematikan untuk menaklukkan lawan-lawannya. Bola Online