Pertarungan Djarum Dengan Gudang Garam Dalam Liga Indonesia

Pertarungan Djarum Dengan Gudang Garam Dalam Liga Indonesia

Pertarungan Djarum Dengan Gudang Garam Dalam Liga Indonesia

Persik Kediri saat ini sedang dilanda dilema sebelum kompetisi Liga Super Indonesia di mulai Januari tahun depan. Persik Kediri yang sebelumnya sedang dilanda krisis keuangan, bahkan pihak manajemen Persik Kediri sempat menggaungkan rencana menjual klub ke pihak yang berminat, kondisi terbalik justru terjadi. Tim berjuluk Macan Putih ini dikabarkan sedang menjadi perebutan dua sponsor besar yang berbasis di Jawa Timur. Dua sponsor besar yang berebut untuk menjadi penyumbang dana utama musim depan adalah dua perusahaan rokok terbesar di Indonesia yakni PT Djarum dan PT Gudang Garam. Manajemen Persik Kediri mungkin tidak akan sepusing ini jika mereka bisa menjadikan kedua perusahaan ini sebagai sponsor. Yang jadi masalah, kedua perusahaan ini adalah pesaing dalam memperebutkan pasar rokok di Indonesia.

Awal dari munculnya dua nama perusahaan yang siap menggelontorkan dana besar untuk mendanai Persi Kediri dimulai ketika pihak manajemen Persik Kediri memasukkan proposal sponsorship kepada pihak PT Gudang Garam. Tapi setelah alam ditunggu, belum ada kepastian dari PT Gudang Garam sehingga manajemen Persik Kediri kemudian melakukan negosiasi dengan PT Djarum yang ternyata disambut sangat positif. PT Gudang Garam sebenarnya pernah melakukan kerja sama dalam bentuk sponsorship bersama Persik Kediri. Hal ini tidak terlepas dari adanya kesamaan lokasi di mana PT Gudang Garam juga berasal dari kota Kediri. Bahkan PT Gudang Garam sudah sangat identik dengan kota Kediri. Jika manajemen Persik Kediri memutuskan untuk menerima PT Djarum sebagai spnsor utama, ada kekhawatiran munculnya dampak yang negatif terkait rivalitas kedua perusahaan ini di industri rokok.

Ketua harian Persik Kediri yang juga menjabat sebagai Walikota Kediri, Samsul Ashar mengatakan jika Persik Kediri memutuskan untuk menerima PT Djarum maka mereka harus siap untuk menanggung resiko dalam bentuk sosial dan moral dari masyarakat Kediri karena menerima pesaing PT Gudang Garam menjadi sponsor utama tim sepak bola asal Kediri. Kondisinya saat ini negosiasi dengan PT Djarum hanya tinggal menunggu kata deal yang akan membuat PT Djarum menjadi sponsor Persik. Mengingat saat ini Persik Kediri sangat membutuhkan dana segar untuk melakoni Liga Super Indonesia, manajemen Persik Kediri sepertinya akan menerima PT Djarum menjadi sponsor mereka. Langkah ini akan diambil jika PT Gudang Garam tidak jua membrikan jawaban pasti. Persik Kediri siap menerima segala konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil. PT Djarum sendiri menurut Ashar siap untuk memberikan dana dengan nilai mencapai 15 milyar untuk satu musim penuh, hal yang tidak akan bisa ditolak oleh Persik yang nyaris sekarat karena krisis dana.