Tevez dan Masalah

kontroversial tevez

Tevez dan Masalah

Kumpulan Berita Bola – Untuk melihat rekam jejak perjalkanan Carlos Tevez di sepak bola Inggris kita akan melihat penampilan salah satu bintang terbesar yang karirnya lebih terekspor pada beberapa masalah, padahal dia seorang pemain modern yang dapat tampil dengan baik di liga domestic.

Perjalanan Carlitos di liga Inggris resmi berakhir setelah transfer senilai 7,6 juta pounds oleh Juventus dterima oleh Manchester City. City pasti lega telah melepaskan salah satu beban terbesar yang mereka miliki, meski dia menunjukkan talenta yang langka dalam dunia sepakbola tapi dia terlibat dalam situasi yang rumit dan menutupi kecemerlangannya. Tevez adalah pemeran utama dalam drama transfer yang melibatkan kepemilikan pihak ketiga dalam transfer pemain, lalu poster “Welcome to Manchester”, perselisihan dengan Roberto Mancini dan Gary Neville, hukuman berupa 250 jam pelayanan masyarakat karena melanggar undang-undang lalu lintas, kontroversi yang ditimbulkannya di Liga Champions saat melawan Bayern. Selain itu dia telah memperoleh tiga title Liga Premier Inggris dan satu FA Cup. Perginya Tevez ke Italia hampir sama dengan kedatanannya pada Agustus 2006, bersama dengan rekan sesama Argentina di West Ham : orang yang relative asing bagi semuanya, tapi dekat dengan beberapa orang tertentu. “Dia telah menjadi pemain yang sangat baik tapi aku tak dapat berkomentar apa-apa tentang kepribadiannya karena aku tidak mengenalnya dengan baik,” kata mantan gelandang Manchester City Dietmar Hamman, yang bermain melawan Tevez di September 2006.

Tevez adalah seorang pemain sepakbola yang hampir seorang diri membawa West Ham lolos dari jeratan degradasi dan membuat West Ham rela melangkahi peraturan Liga Premier Inggris tentang kepemilikan pihak ketiga. Saat itu West Ham berani memboyong Tevez dan Mascherano dari Corinthians ke Upton Park. Transfer yang masih menghantui West Ham bahkan sampai tiga musim berselang. Maslaah mengenai kepemilikan Tevez, peraturan illegal, semakin runyam saat Shefield United menuntut kompensasi dari West Ham setelah Tevez mencetak gol kemenangan di Old Trafford di hari terakhir Liga Premier Inggris. Gol itu dituntut karena membuat the Blades terdegradasi. Shefield United mendapatkan kompensasi sebesar 6 juta pounds dari 18,1 juta pounds yang mereka tuntut di bulan berikutnya. Selain mendapatkan kompensasi dari West Ham, Shefield juga mendapatkan kompensasi 5,5 juta pounds dari Liga Premier Inggris, Tevez sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini. seperti komentar Neil Warnock “Tidak, bukanlah salah pemain. Dengarkan dulu, kami memang menertawainya saat melihatnya tahun lalu. Saya hanya berkata padanya dia pantas berharga jutaan pounds, Tevez adalah pemain luar biasa, saya harap kami memilikinya.”

Sir Alex Ferguson sependapat dengan Warnock, dia mendatangkan Tevez di tahun 2007 dengan kontrak peminjaman senilai 10 juta pounds selama dua tahun. Kesepakatan tersebut membawa kesuksesan bagi klub dan pemain karena bisa memenangi gelar liga berturut-turut di tahun 2008 dan 2009 serta meraih Liga Champions di tahun 2008. Tapi hubungan keduanya berakhir dengan buruk saat Manchester United menolak membayar tambahan 25 juta pounds pada Kia Joorabchian sebagai pemilik pihak ketiga. Sebenarnya hubungan antara United dengan Tevez masih berjalan baik saat Mei 2009, United bertemu Arsenal, supporter meneriakinya “Fergie, Fergie, sign him up!”. Semuanya berakhir saat Tevez malah menyeberang ke Etihad Stadium dengan transfer sebesar 47 juta pounds. Setelah itu perselisihan antara dia dan Neville timbul saat Neville mengatakan Tevez tak layak bernilai 25 juta pounds, Tevez yang marah mengejek Neville saat mencetak gol dalam pertandingan Piala FA melawan United. Sejak itu, Tevez lebih dikenal sebagai pemain dengan kontroversinya daripada prestasi. Bila dia dapat menampilkan performa seperti saat membela United, jumlah 58 golnya bagi Manchester City sangat mungkin bertambah.