Tevez sebagai “Del Piero”

carlos-tevez

Tevez sebagai “Del Piero”

Kumpulan Berita Bola – Juventus telah mengumumkan secara resmi perpindahan Carlos Tevez dari Mancehster City dengan harga 10 juta pounds. Kedatangan pemain yang dikenal ini dapat menjadi rekrutan ekselen yang menjadi kunci perjalanan Juventus dimusim depan.

Carlos Tevez adalah pemain yang paling mendekati gaya bermain Alessandro Del Piero. Sejak il pinturrichio pindah dari Turin, Juventus tak punya striker sekelas Del Piero. Setelah era Del Piero – Trezegol berakhir, Juventus telah mendatangkan striker yang termasuk dalam kategori bagus tapi tak cukup hebat dengna standar Juventus. Pemain seperti Vucinic, Quagliarella, Matri dan Giovinco adalah pemain yang bagus, tapi tak ada dari seorang pun diantara mereka yang mampu menyediakan jaminan gol dan assist seperti yang Del Piero lakukan dimasa lalu. Semua pemain depan yang disebutkan tadi pemain bagus tapi bukan pemain berkelas dunia. Tevez telah menunjukkan bahwa jika dia diberi kepercayaan, dia dapat menjadi pemain berkelas dunia. Dia dapat mencetak gold an mengkreasikan gol. Dia adalah pemain yang ideal bagi Juventus, gaya sepakbola yang mereka mainkan dan kerja sama yang akan tercipta antara dia dengan Fernando Llorente musim depan.

Kombinasi masa lalu Juventus dengan Del Piero dan Trezeguet di depan adalah gabungan antara kemampuan fisik dan kreativitas dan pergerakan yang sulit diprediksi, kedua pemain juga dapat mencetak gol. Kekuatan lini serang Juventus musim depan juga akan seperti itu. Tinggi badan, kekuatan, dan atletisme dari Fernando Llorente yang tiba dengan status free transfer dari Athletic Bilbao siap untuk bekerja sama dengan kegempalan, kreativitas yang ramai dari Carlos Tevez. Mereka berdua siap membentuk kombinasi setara Trezeguet dan Del Piero di era baru.

Etos tim Juventus adalah tentang pressing, kerja keras, determinasi, dan kualitas. Carlos Tevez sangat cocok berada disana. Dia adalah pemain yang dapat mempressing pertahanan lawan dengan kejam, dan memiliki kemauan yang menang sangat besar. Tevez hampir sendirian membawa West Ham lolos dari zona degradasi di musim 2007 dan dia menjadi ujung tombak utama serangan Manchester City sebelum Aguero datang. Seperti Del Piero, dia adalah seorang talisman, pemimpin. Tevez tak membutuhkan orang lain untuk bermain baik karena dia bisa bermain hampir sendirian.

Juventus tidak kekurangan apapun dalam konteks kerja keras, dan ini ditunjukkan saat memenangi Serie A. namun dalam pertandingan Liga Champions mereka mengalami kemandekan karena tak memiliki variasi serangan. Tevez adalah seorang pemain yang memiliki pergerakan yang tak bisa diprediksi, memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang tak bisa diperkirakan oleh defender lawan.

Tevez dan Del Piero juga memiliki satu kata kunci yang sama, kualitas teknik. Tidak banyak pemain di dunia yang memiliki sentuhan bola seperti Del Piero di masa jayanya dan Tevez telah menunjukkan kalau dia bisa. Mereka berdua bisa mencetak gol lewat tendangan bebas, bisa dipercaya sebagai penendang sepak pojok dan bisa mencetak gol dari jarak jauh. Mereka berdua adalah pemain yang pendek, tapi dengan postur yang pendek memiliki keseimbangan yang luar biasa. Del Piero memang pemain yang jauh lebih elegan dibanding Tevez, gaya mainnya juga enak dilihat, tapi Tevez juga merupakan pemain yang efektif dan cerdas dalam pergerakannya dan menggunakan pergerakan pemain lain. Del Piero selalu tahu dimana Trezeguet berada dan Nedved akan menyambut umpannya dimana dan dia tahu bagaimana cara menemukan mereka. Teves telah menunjukkan hal yang sama saat bermain dengan Cristiano Ronaldo dan Sergio Aguero , ketika bermain dengan kedua pemain itu, Tevez memiliki intuisi yang sama, kemampuan untuk membaca permainan dan merubah pertandingan di saat memasuki masa-masa sulit.

Juventus telah mencoba berbagai opsi untuk menemukan Alessandro Del Piero baru. Pemain harapan mereka yang terbesar adalah jebolan akademi Juventus, Sebastian Giovinco, tapi pemain berjuluk the ant atomic kurang memiliki naluri gol di depan gawang. Juventus menginginkan intensifitas, pergerakan, passing, dan juga gol seperti yang disediakan Del Piero, saat mendatangkan Tevez, mereka sudah menemukan penerus Del Piero.